Dear diary,
Semalam mamah sudah pulang. Mamah tampak masih sama. Tubuhnya lemah dan matanya merah. Rasanya ingin menangis. Mamah ternyata terkena penyakit Usus Kotor. Aku tak kuasa melihat mamah hari ini. Mamah makin melemah. Aku takut. Aku ingin mamah cepat sembuh.
Dalam surat dokter, mamah gak boleh kebanyakan kerja. Jadi, mamah harus banyak istirahat. Aku ingin mamah bersemangat untuk sembuh. Aku ingin mamah tertawa kembali.
Siang ini, mamah lagi tidur. Adik-adik dan kakak asyik menonton.
Tuhan, aku mohon padamu. Apapun itu, akan kulakukan demi kesembuhan mamah. Mah, cepat sembuh, aku selalu mendoakanmu.
Semalam mamah sudah pulang. Mamah tampak masih sama. Tubuhnya lemah dan matanya merah. Rasanya ingin menangis. Mamah ternyata terkena penyakit Usus Kotor. Aku tak kuasa melihat mamah hari ini. Mamah makin melemah. Aku takut. Aku ingin mamah cepat sembuh.
Dalam surat dokter, mamah gak boleh kebanyakan kerja. Jadi, mamah harus banyak istirahat. Aku ingin mamah bersemangat untuk sembuh. Aku ingin mamah tertawa kembali.
Siang ini, mamah lagi tidur. Adik-adik dan kakak asyik menonton.
Tuhan, aku mohon padamu. Apapun itu, akan kulakukan demi kesembuhan mamah. Mah, cepat sembuh, aku selalu mendoakanmu.




Komentar
Posting Komentar