Kala cinta bagai detakan jantung.
Tak kunjung kumendapatkan.
Senja menyelimuti pandanganku.
Kumelangkah dalam kelamnya dendam.
Namun, tak seorangpun menaruh perhatian.
Apa semua tak pedulikan aku lagi.
Apa ini memang akhir hidupku.
Aku lelah....
Aku lelah mengenal dunia.
Aku lelah menanti sebuah perhatian.
Setiap waktu menagih, apa kalian ada untukku?
Aku selalu hidup dalam sandiwara.
Tersenyum dalam hati yang kelam.
Lihat aku...
Aku yang selalu tak berarti dimata kalian.
Hati kecilku selalu mengeluh.
Bahkan aku tidak mengerti diriku.
Aku tau...
Aku tau aku tak sempurna seperti kalian.
Tapi,tak bisakah kalian sedikit mengerti aku?
Tidak adakah diantara kalian yang punya hati?
Aku selalu menunggu dan menunggu....
Kapan Tangan itu mengangkatku dari dunia yang kelam?
Dimana aku merasakan hangatnya sebuah perhatian yang tak terbeli.
Yang memekarkan hati yang pernah layu.
Tak kunjung kumendapatkan.
Senja menyelimuti pandanganku.
Kumelangkah dalam kelamnya dendam.
Namun, tak seorangpun menaruh perhatian.
Apa semua tak pedulikan aku lagi.
Apa ini memang akhir hidupku.
Aku lelah....
Aku lelah mengenal dunia.
Aku lelah menanti sebuah perhatian.
Setiap waktu menagih, apa kalian ada untukku?
Aku selalu hidup dalam sandiwara.
Tersenyum dalam hati yang kelam.
Lihat aku...
Aku yang selalu tak berarti dimata kalian.
Hati kecilku selalu mengeluh.
Bahkan aku tidak mengerti diriku.
Aku tau...
Aku tau aku tak sempurna seperti kalian.
Tapi,tak bisakah kalian sedikit mengerti aku?
Tidak adakah diantara kalian yang punya hati?
Aku selalu menunggu dan menunggu....
Kapan Tangan itu mengangkatku dari dunia yang kelam?
Dimana aku merasakan hangatnya sebuah perhatian yang tak terbeli.
Yang memekarkan hati yang pernah layu.




Komentar
Posting Komentar